Kegiatan Life Skills
UPT SKB Gunungkidul tahun ini menyelenggarakan beberapa kursus life skill diantaranya adalah kursus menjahit dan rias pengantin. Peserta berasal dari masyarakat dari berbagai kecamatan yang ada di Gunungkidul.
Sedangkan instruktur merupakan isntruktur yang sudah sangat berpengalaman yang sudah bertahun bertahun menjadi instruktur menjahit dan rias pengantin. Berdasarkan jumlah pendaftar yang cukup banyak, hal ini menunjukkan bahwa kedua jenis kursus tersebut merupakan jenis kursus unggulan. Berbagai kegiatan life skill yang diselenggarkan di UPT SKB Gunungkidul sangat banyak peminatnya hal ini dikarenakan semua kegiatan ini dilakukan dengan gratis atau dengan kata lain para peserta tidak mengeluarkan biaya untuk mengikuti kegiatan ini.
Diharapkan dengan diselenggarakan kegiatan life skills di UPT SKB Gunungkidul ini mampu menghasilkan tenaga tenaga penjahit dan rias pengantin yang handal, sehingga dapat digunakan sebagai mata penceharian yang dapat meningkatkan taraf hidup para peserta itu sendiri sehingga secara tidak langsung dapat membantu pemerintah dalam hal penciptaan lapangan kerja dan pengurangan pengangguran.
Yang namanya menjahit dan rias itu tidak akan pernah musnah dari bumi ini. Kan tidak mungkin seseorang melenggang di jalanan tanpa mengenakan pakaian. Nah, yang namanmya baju dan celana itu mesti perlu dijahit. Demikian juga rias, nampaknya tidak ada seorangpun yang tidak menyukai seseorang di rias. Baik dalam keadaan biasa lebih-lebih jika akan menghadiri pesta perkawinan, pasti orang tersebut -terumatama wanita- akan tampil semaksimal mungkin dalam hal tata rias muka dan pakainnya. So, baik sekali ketika SKB mengadakan kursus menjahit dan tata rias pengantin.
Saya lihat pesertanya banyak dan sangat antusias. Saat pembukaan acara ini saya sudah menduga bahwa setelah selesai kursus ini tentu akan muncul perias -perias baru yang mumpuni dalam mempermak wajahnya maupun orang lain. Ternyata benar. Di akhir kegiatan para perias menampilkan model yang telah dirias untuk dinilai oleh pakar rias. Hasilnya…? Model-model itu tampil sangat menawan. Selamat ya untuk peserta rias.
Dan peserta kursus jahit juga cukup berhasil.Bahkan beberapa baju hasil jahitannya sudah pantas dipakai untuk bekerja atau bepergian. Selamat ya…., mbak-mbak. Tapi kapan ada peserta kursus yang laki-laki? Kok semuanya perempuan?